Sejarah geomatika dimulai pada awal abad ke-20, ketika pemetaan dan survei tanah menjadi semakin penting dalam pengembangan infrastruktur dan pembangunan. Geomatika menggabungkan ilmu geografi dan teknologi informasi untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data geospasial.
Pada tahun 1960-an, perkembangan teknologi komputer memungkinkan pemrosesan data geospasial secara digital, yang mempercepat perkembangan geomatika. Kemudian, pada tahun 1990-an, Global Positioning System (GPS) mulai digunakan secara luas dalam survei tanah dan pemetaan, mengubah cara kerja para ahli geomatika.
Hari ini, geomatika menjadi bidang yang sangat penting dalam berbagai industri, termasuk konstruksi, pertanian, lingkungan, dan transportasi. Perkembangan teknologi seperti sistem informasi geografis (SIG) dan pemetaan satelit terus memperluas aplikasi geomatika.
Dengan pemahaman akan sejarah geomatika, kita dapat menghargai betapa pentingnya peran bidang ini dalam memahami dan memanfaatkan data geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai sektor kehidupan.